Lebaran 2026: Mal di Jakarta Selatan Diserbu Pengunjung, Tren Libur Bergeser ke Pusat Belanja

Table of Contents



LDII DIY - Libur Lebaran 2026 menghadirkan wajah baru dalam cara masyarakat menikmati momen hari raya. Jika dulu silaturahmi identik dengan kunjungan dari rumah ke rumah sepanjang hari, kini pola tersebut mulai bergeser. Hari kedua Idulfitri justru menjadi puncak aktivitas rekreasi keluarga, dengan pusat perbelanjaan sebagai destinasi utama.

Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah mal di Jakarta Selatan yang dipadati pengunjung sejak siang hingga sore hari. Suasana ramai terasa hidup, namun tetap terkendali. Pengunjung datang bukan sekadar berbelanja, tetapi juga mencari pengalaman—dari kuliner hingga hiburan keluarga.

Di salah satu pusat perbelanjaan populer kawasan Senayan, keramaian sudah terlihat sejak area parkir. Mobil-mobil terparkir hampir penuh, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu di luar rumah setelah hari pertama Lebaran. Di dalam mal, antrean terlihat di berbagai tenant makanan, sementara area permainan anak dipenuhi keluarga.

Mayoritas pengunjung adalah keluarga yang datang bersama anak-anak. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk berkumpul dalam suasana yang lebih santai. Salah satu pengunjung, Wina (26), mengaku sengaja datang bersama keluarga dan keponakannya untuk menikmati suasana berbeda setelah Lebaran.

Ia menyebut bahwa tradisi makan khas Lebaran yang cenderung itu-itu saja membuatnya ingin mencari variasi kuliner di luar. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan THR kepada keponakan sambil membelikan mainan. Pilihan mal juga dipengaruhi oleh lokasi yang strategis serta adanya pertunjukan hiburan yang dijadwalkan pada waktu tertentu.

Tidak hanya di kawasan Senayan, suasana serupa juga terjadi di Blok M Plaza. Sejak siang hari, pengunjung mulai memadati area ini, terutama karena aksesnya yang terintegrasi dengan transportasi publik seperti MRT. Kemudahan akses menjadi faktor penting dalam menarik pengunjung dari berbagai wilayah.

Restoran dan food court menjadi titik paling ramai. Beberapa tempat makan bahkan memberlakukan sistem waiting list karena tingginya permintaan. Ini menunjukkan bahwa kuliner menjadi salah satu daya tarik utama selama libur Lebaran 2026.

Dedi (50), pengunjung asal Jagakarsa, mengungkapkan bahwa kunjungannya ke mal merupakan permintaan anak-anaknya yang ingin bermain. Ia memilih datang pada siang hari setelah bersilaturahmi dengan keluarga, sehingga waktu tetap efisien tanpa mengganggu tradisi Lebaran.

Menurutnya, pusat perbelanjaan menawarkan banyak pilihan aktivitas dalam satu lokasi—mulai dari makan, bermain, hingga sekadar berjalan santai. Hal ini membuat mal menjadi pilihan praktis bagi keluarga yang ingin menikmati libur tanpa harus berpindah tempat.

Menariknya, tidak semua pusat perbelanjaan mengalami lonjakan yang sama. Di Blok M Square, misalnya, suasana relatif lebih sepi karena banyak toko yang masih tutup. Meski demikian, kawasan di sekitarnya tetap ramai, terutama di titik-titik yang tengah viral di kalangan masyarakat.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa faktor operasional tenant dan daya tarik kawasan sekitar turut memengaruhi tingkat kunjungan. Pengunjung kini lebih selektif dalam memilih destinasi yang benar-benar menawarkan pengalaman lengkap.

Dari sisi industri, tren positif ini sudah diprediksi sebelumnya. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, memperkirakan adanya peningkatan kunjungan hingga 15% selama periode akhir Ramadan hingga Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme ini didukung oleh rangkaian momentum sejak akhir 2025, seperti libur Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan yang berhasil menjaga aktivitas pusat perbelanjaan tetap tinggi. Pola ini berlanjut hingga Lebaran, dengan lonjakan signifikan mulai hari kedua Idulfitri.

Fenomena Lebaran 2026 ini menegaskan perubahan gaya hidup masyarakat urban. Mal tidak lagi sekadar tempat belanja, melainkan ruang sosial yang menghadirkan pengalaman lengkap—kuliner, hiburan, dan interaksi keluarga dalam satu waktu.

Dengan tren ini, pusat perbelanjaan diperkirakan akan terus berinovasi menghadirkan program menarik selama musim liburan. Sementara bagi masyarakat, pilihan menghabiskan Lebaran di mal menjadi alternatif yang praktis, nyaman, dan tetap bermakna.

Lebaran kini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan momen kebersamaan dengan cara yang relevan di tengah perubahan gaya hidup. Dan di tahun 2026, mal menjadi salah satu panggung utama cerita tersebut.***

Posting Komentar